Selamat Datang

Dalam banyak kisah yang dibuat para pembuat film, sering ada dua wajah yang menggambarkan Polisi, yaitu Polisi Baik dan Polisi buruk. Polisi baik adalah mereka yang digambarkan bisa tampil dalam perannya sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat. Polisi buruk adalah mereka yang digambarkan tampil dalam perilaku menakutkan, bersikap mentang-mentang dan mata duitan (Akhlis Suryapati, Wartawan/ Seniman). figur Polisi yang diinginkan tentunya adalah Polisi Baik, sosok Polisi yang selalu menjadi impian dan harapan oleh semua orang. Melalui blog ini ITWASDA POLDA KALIMANTAN SELATAN menyajikan kumpulan kisah humanis Kepolisian dari berbagai sumber yang bisa menjadi teladan bagi Kepolisian Sendiri maupun masyarakat.
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Rumiah Kapolda Wanita Pertama

Berkat perjuangan Kartini banyak kaum perempuan Indonesia yang kini semakin maju dan memperoleh banyak kesempatan untuk menjadi pemimpin. Pengangkatan Polwan Brigjen Pol Rumiah sebagai Kapolda Wanita pertama Banten adalah bukti bahwa perjuangan kartini tidaklah sia-sia. Setelah ada Kapolwil, Kapolres dan Kapolsek di Kepolisian Republik Indonesia juga ada Kapolda Wanita.

Zaman telah berubah, tidak ada lagi persoalan gender untuk sebuah profesionalitas. Dalam konteks kebangsaan, kaum perempuan menyadari posisi dan fungsinya sebagai garda bangsa. Di jajaran Kepolisian Wanita, para Srikandi dengan tegas dan kelembutan fitrahnya, berupaya menjaga amanah dalam mengayomi masyarakat. Etos kerja keras bersemangat emansipasi inilah yang menjadi Kapolda Banten, Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol) Rumiah dijuluki 'Kartini baru abat Millenium'. Pasalnya dialah perempuan pertama yang sejak 14 Januari 2008 menjabat di posisi sangat terhormat di Kepolisian negeri ini.

Polisi Dihari Nan Fitri


Alhamdulillah hanya karena kebesaran-Mu lah hari kemenangan ini dapat kami raih. Sayup gema takbir di kejauhan menyadarkan jiwa dan raga ini akan indahnya saling memaafkan, indahnya saling mengasihi, indahnya saling berbagi.

Ya Allah, Ya Robbi, ajari hamba-Mu untuk bersyukur atas anugerah yg berlimpah ini, atas keluarga yang sangat kami cintai, atas dukungan dan ketabahan yang mereka siratkan dalam menjalani hidup sebagai keluarga besar anggota Kepolisian Negara Republik ini, sehingga kami dapat menjalankan tugas dengan tenang, tulus dan ikhlas.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, La Ilaha Illallah, Wallahu Akbar, Allahu Akbar Wa Lillahil-Hamd

Selamat Hari Raya idhul fitri 1 Syawal 1433 H, mohon maaf lahir dan batin

Pesanku


Ketika nuansa senja mulai temaram
Ditandai dengan terbenamnya mentari di sela-sela bebukitan
Kembali bumi Bhayangkara menguakkan peristiwa bersejarah
Perjalanan pengabdian Polri Wisuda Purna Wira Pati Bhayangkara

Para generasiku.......
Kami para pendahulumu yang telah sekian lama mengabdikan diri
Jiwa dan raga untuk Ibu Pertiwi
Telah sampai diakhir masa pengabdian
Dengan dilambari semangat juang Bhayangkara Sejati
Yang selalu membara di hati kami
Aku serahkan obor dan perisai ini kepadamu
Lambang kelegawaanku mewariskan nilai-nilai pengabdian
Dan kejuangan Polri sebagai pelindung dan pengayom masyarakat

Bersatulah engkau generasiku !!!!!!!!!
Tiada waktu lagi untuk saling menyalahkan
Bina dan pupuklah persatuan
Diantara engkau generasi penerusku
Tingkatkan terus kemampuanmu
Demi tegak berkibarnya bendera Tri Brata
Di lala dan nusantara ini

Kurindukan Dharma Bhaktimu ........
Dan pegang teguh wanti – wantiku
Kau datang untuk melayani dan bukan untuk dilayani, dan
Dikerentaan usia senjaku, masih saja terbetik di sanubari yang paling dalam
bahwa purna bhaktiku bukanlah akhir dari pengabdianku !!!!!!!!

Kami para pendahulumu dengan setia mengiringi perjalanan
Pengabdianmu
Selamat bertugas putra-putriku......
Selamat berjuang generasiku.......
Demi kejayaan Bangsa dan Negara Ini


SUMBER :
Buletin SDM POLRI in action
Edisi Perdana April 2010

Nurani Bhayangkara Sejati

Sadarkah aku......
Bahwa aku ada karena amanah rakyat
Sadarkah aku.....
gajiku, seragamku, tunjanganku, peralatanku,
itu semua dari rakyat

Sadarkah aku.....
yang rakyat butuhkan hanyalah perlindungan dan
Pengayoman atas keberadaanku,
bukan kegagahanku semata

Sadarkah aku.....
Bahwa mengemban amanah itu tidaklah mudah.....
harus didasari rasa syukur, ikhlas dan tulus

dan Sadarkah aku diantara perbaikan menuju citra
yang lebih baik dan mulia

"Semoga yang membaca buku ini mendapatkan
hidayah dari Tuhan Yang Maha Esa"


Pengantar dari buku Nurani Bhayangkara Sejati
Kumpulan Mutiara Hati Insan Bhayangkara

Polisi yang Berhati Nurani



Polisi..... Ya..... Aku seorang Polisi
Sadar aku ada karena masyarakat
Masyarakat membutuhkan pelayananku
Aku memang tak ada arti tanpa mereka

Kucurahkan segenap akal budiku
untuk kebahagiaan masyarakat
kemanan, keselamatan orang lain
adalah hakekat pelayananku
Kemanusiaan adalah ranah tugasku

Kujalani pekerjaanku penuh liku

Suka duka menjadi bagian pengabdianku
Kewenanganku adalah amanah masyarakat
Kupertanggung jawabkan.....
Secara hukum dan moral.....

Kejujuran, kebenaran dan kemanusiaan
dalam pekerjaanku adalah kebanggaanku
dan pekerjaankum kucintai seumur hidupku
Penuh syukur perlahan kulalui dari waktu ke waktu

Citra yang mewujudkan kebaradaanku
Aku tahu banyak kekuranganku
Belum sempurna memang
Tetapi ak selalu berupaya

Drs. Djoko Susilo SH. M.Si

DIMANA KUTEMUKAN AKU

Dimana
Kutemukan Aku
Waktu aku kecil
Kubertanya pada ibuku

Ibu mengapa aku ada?
Karena Kasih Tuhan anakku, jawabnya
Ibu di mana aku engkau temukan ?
Tanyaku lagi
Di dalam cinta bapak dan ibumu, Nak!
Engkau dari Kantong Tuhan,
Katanya lagi

Setelah dewasa, aku menjadi Polisi
Kembali aku bertanya pada diriku
Mengapa aku jadi Polisi?
Apakah ini kasih Tuhan?
Di mana dapat kutemukan?
Kurenungkan, untuk mencari jawaban

Tahu aku, kutemukan sudah
Semua ada di Hati
Hati siapa tanyaku lagi
Yaa… hati rakyat yang kulayani

Chryshnanda DL