Selamat Datang
Kenapa Baru Lapor...??
Seorang anak kecil tergopoh-gopoh menghubungi Polisi melalui handphone-nya.
Anak : "Hallo Pak Polisi? Tolong pak, saat ini paman saya sedang dikeroyok oleh 4 orang preman".
Polisi : "Sudah berapa lama, Dik?"
Anak : "Sejak 20 menit yang lalu, Pak".
Polisi : "Lho?? Kenapa baru telepon sekarang...??"
Anak : "Soalnya sampai 2 menit yang lalu paman saya masih unggul Pak".
Motor Tanpa Lampu
Berniat malam Mingguan Ogleng pun pergi ke rumah pacarnya yang lumayan jauh dengan naik motor.
Di pinggir kota, dia dihentikan oleh seorang Polisi Lalu-Lintas. "Apa salah saya?" tanyanya.
"Anda mengendarai motor di malam hari tanpa lampu."
"Apa perlunya, Pak? lampu-lampu kan udah banyak. Di atas lampu, di rumah itu lampu, di sana lampu, masa masih perlu lampu lagi?" kata Ogleng.
Tak banyak kata-kata, Polisi itu pun langsung jongkok dan mengempeskan kedua ban motor Ogleng.
"Apa-apaan ini, Pak? Anginnya kok dikeluarin? Saya mau ngapel nih..."
"Lho, kamu ini gimana sih? Di sana ada angin, di situ ada angin, di depan ada angin, di belakang ada angin. Masa masih perlu angin lagi? Kebanyakan angin nanti kamu masuk angin lho".
SUMBER :
Majalah Dhirabrata, Edisi Maret 2014
Perkelahian 2 Ibu Muda
"Kenapa baru melapor sekarang?" Kata Polisi.
"Soalnya badan mereka sekarang sudah tertutup lumpur, pak!"....*^%$#@ XD
Ngajak Balapan
Seorang pemuda kebut-kebutan di jalan, kecepatannya saat itu melampaui dari kecepatan maksimal yang ditetapkan di area tersebut. Seperti pemuda tersebut ingin mencoba kemampuan motor balap miliknya yang baru dibeli.
Polisi yang melihat langsung mengejar pengendara motor tersebut. Pengendara motor terus saja melaju, dia sempat melihat Polisi yang sedang mengejarnya. Nammun dia tetap saja ngebut. Pemuda tersebut berpikir, mungkin itu hanya Polisi yang sedang berpatroli.
Hasil Otopsi Jenazah
Dokter : "Jenazah yang pertama orang Perancis, mati karena serangan jantung ketika ia berkencan dengan pasangannya, maka ia tersenyum puas.
Yang kedua orang Inggris, ia menang lotere lalu minum-minum hingga keracunan alcohol, makanya ia tersenyum senang."
Polisi : "Jenazah yang ketiga bagaimana ? orang mana dia ?
Dokter : "Orang Indonesia, meninggal karena disambar petir."
Polisi : "????.... Tapi kenapa ia tersenyum ?"
Dokter : "Dia kira sedang di foto untuk di upload ke FB."
Wakkakaakakakkakakk
Diamuk Istri
Si Polisi pun bertanya, "Apa gara-garanya?" "Sudah tiga hari saya tidak pulang, pak!. Begitu pulang dalam kondisi setengah mabuk, istri saya akhirnya mengetahui saya gak bawa uang ke rumah," aku si pelapor.
"Baiklah, kami akan segera mengirimkan anggota ke rumah anda," kata petugas. "Jangan sekarang, pa !" kata si pelapor, "Soalnya saya masih di jalan. Setengah jam lagi baru sampai rumah."
Sumber :
Majalah Bhayangkara
Edisi Perdana, Februari 2010
Tokoh Agama dan Sepeda Motor
Dua orang tokoh agama mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi. Mereka akhirnya diminta untuk berhenti oleh seorang polisi karena kecepatannya melebihi kecepatan maksimum yang sudah ditetapkan.
“Apa yang anda lakukan? Anda mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi.”
Salah satu dari mereka berkata, “Kami mengendarai sepeda motor ini hanya sekedar putar-putar… lihatlah motor ini memang sangat bagus dan kencang larinya.”
Si Polisi menggeleng-gelengkan kepalanya, “Bagaimana pun juga, saya harus menilang anda. Mengemudi seperti itu sangat membahayakan jiwa anda. Bagaimana kalau anda mengalami kecelakaan?”
Kemudian ia berkata lagi, “Jangan khawatir, Dia beserta kami.”
Si Polisi berkata, “Wah, kalau begitu saya harus benar-benar menilang anda, karena tiga orang dilarang berada dalam satu motor sekaligus.”
http://www.malau.net/tag/polisi/
Tidak Melihat Bapak
Si Atong mengendarai sepeda motor dengan kecepatan sedang. Walaupun sebenarnya dia melihat traffic light sdh menyala warna merah dia tetap saja terus jalan tanpa menghiraukannya yang akhirnya diberhentikan Polisi di persimpangan jalan.
“Apakah Saudara tidak melihat lampu merah?” tanya seorang polisi kepada Atong.
“Saya lihat, Pak.” Jawab Atong.
“Lalu kenapa Saudara tidak berhenti?”
Sambil malu-malu diapun menjawab, “Saya tidak melihat Bapak”
----------
Keep safety drive kawan, nyawa anda sungguh sangat berharga untuk dipertaruhkan di jalan raya. Tetap disiplin berlalu lintas walau tiada Polisi yg mengawasi, anda merupakan orang yg sangat penting.
SUMBER :
http://www.malau.net/tag/polisi/
Masuk Surga atau Neraka
Terjadi kecelakaan yang menewaskan seluruh pekerja suatu bank dalam satu cabang setelah pulang dalam suatu acara kantor. Di dalamnya ikut juga BRIMOB yang mengawal, kemudian dianyalah mereka satu persatu oleh malaikat :
Malaikat : Kamu siapa?
Teller : saya teller bank malaikat.
Malaikat : Kamu masuk neraka!
Teller : Loh kenapa?
Malaikat : pokoknya neraka, waktu kamu kurang duit teriak-teriak, giliran lebih diam. Masuk !!!
Mau masuk apa??
Terjun Bebas
Ceritanya ada satu orang turis dari Indonesia dateng vacation ke NewYork. Waktu dia lagi JJS (Jalan-Jalan Siang), dia notice kalo dia ada di depan Empire State building. Dia nengok ke atas and liat kalo building itu tinggi buanget. Nggak salah emang kalo dibilang Empire State itu salah satu gedong yang paling tinggi di dunia.
Sewaktu si Doi lagi mengagumi kemegahan building itu, Do’i di samperin same satu Bule and si Bule ngajak ngobrol ke si Do’i. Si Bule ngomong ke si Doi, “Elo tau nggak karena saking tingginya building ini, gravity force di atas sono tuh ampir nggak ada.”Si Doi nengok ke si Bule and said, “That’s impossible, nonsense, tepuan.” Maklum si Do’i dulu bekas anak SMA IPA makanya Do’i nggak percaya ama si Bule.
Si Bule ngomong lagi, “Swear, gua nggak bo’ong kok… Kalo elo nggak percaya coba aja deh elo naek ke lantai paling atas and loncat ke luar. Elo nggak bakalan jatuh, tapi melayang-layang kaya burung.” Si Do’i keki banget dianjurin loncat dari lantai paling atas Empire State building.
Resep Bahagia Pernikahan dengan Polwan
Joni seorang perwira Polisi dan Istrinya seorang Polwan telah menikah selama 30 tahun dan belum pernah sekalipun mereka bertengkar ataupun mengalami hari-hari yang tidak mengenakkan bersama. Mereka selalu terlihat serasi dan mesra di setiap acara dan kesempatan bahkan hingga saat ini di penghujung masa pensiun mereka.
Banyak orang dan rekan kerja yang selalu memuji kehidupan pernikahan mereka. Akhirnya suatu ketika sebuah majalah Polri memutuskan untuk mewawancarai Joni mengenai rahasia dari pernikahan bahagia yang mereka jalani.
Polisi Ahlinya Motivasi
Chaerul Tanjung tengah risau dan galau memikirkan Joe, tangan kanannya di perusahaan, yang sedang patah semangat. Belakangan ini, Joe bolak-balik gagal, baik dalam pekerjaan maupun dalam pergaulan. Tidak heran kalau Joe menganggap dirinya seorang pecundang. Ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut, tegas Chaerul. Maka Chaerul pun mempertemukan Joe dengan Ippho Santosa pakar otak kanan untuk memberi semangat kepada Joe.
"Saya ini pemenang! Saya ini pemenang! Ayo akui itu! Ucapkan!" teriak Ippho. Berharap Joe mengikuti kata-katanya.
Dengan nada lemah Joe menjawab, "Mana mungkin saya akui itu, Pak. Saya ini pecundang. Betul-betul pecundang."
lantas Chaerul mempertemukan Joe dengan Tung Desem Waringin, seorang pelatih kondang.
"Saya ini pemenang! Saya ini pemenang! Ayo akui itu! Ucapkan!" teriak Tung Desem Waringin.
Ternyata, Joe tetap menjawab, "Mana mungkin saya akui itu, Pak. Saya ini pecundang. Betul-betul pecundang."
Terus, Chaerul mempertemukan Joe dengan Andrie Wongso, seorang motivator kawakan.
"Saya ini pemenang! Saya ini pemenang! Ayo akui itu! Ucapkan!" teriak Andri Wongso.
Ternyata, Joe tetap saja menjawab, "Mana mungkin saya akui itu, Pak. Saya ini pecundang. Betul-betul pecundang."
Untunglah Chaerul tidak kehilangan akal. Dia 'kan kreatif orangnya. Kemudian, ia mempertemukan Joe dengan seorang Polisi. Berbeda dengan motivator-motivator lainnya, Polisi ini sama sekali tidak berteriak. Ia cuma berbisik kepada Joe.
"Saya ini pemenang! Saya ini pemenang! Ayo akui itu! Ucapkan! Kalau ndak, tak kemlang kamu!" bisik Polisi setengah mengancam.
Tidak disangka-sangka, begitu mendengar bisikan itu Joe langsung berseru lantang, "Saya akui itu, Pak! Saya ini pemenang! Pemenang, Pemenang, Pemenaaang! Saya akan mengaku apa saja, Pak! Asal saya ndak diapa-apain!"
Huahaha! Mana ada kejadian seperti itu!, cuma joke. Ndak usah masukin hati, hehe....
SUMBER :
Buku Marketing is Bulshit....
Penulis Ippho Santosa
Surat dari Rio
Seorang bocah yang sangat ingin melanjutkan sekolah, tetapi orang tuanya tidak mempunyai uang untuk membiayai sekolahnya. Lagipula ibunya yang sedang sakit membutuhkan biaya untuk membeli obat. Akhirnya dia memutuskan untuk menulis surat kepada Tuhan:
Kepada Yth.
Tuhan
di Surga
Tuhan yang baik, saya mau melanjutkan sekolah, tapi orang tua saya tidak punya uang. Ibu saya juga sedang sakit, mau beli obat. Tuhan, saya butuh uang Rp 20.000 utk beli obat ibu, Rp 20.000 untuk membayar uang sekolah, Rp 10.000 untuk membayar uang seragam, dan uang buku Rp 10.000. Jadi semuanya Rp 60.000. Terima kasih Tuhan, saya tunggu kiriman uangnya.
Dari : Rio
Rio pun pergi ke kantor pos untuk mengirim suratnya. Membaca tujuan surat tersebut, petugas kantor pos merasa iba melihat Rio, sehingga tidak tega mengembalikan suratnya. Bingung mau di kemanain surat itu, akhirnya petugas pos itu menyerahkannya ke kantor polisi terdekat. Membaca isi surat itu, Komandan polisi merasa iba dan tergerak hatinya utk menceritakan hal tsb kepada anak buahnya. Walhasil, para polisi pun mengumpulkan dana untuk di berikan ke Rio, tetapi dana yang terkumpul hanya Rp 55.000,-.
Sang Komandan pun memasukan uang yang terkumpul ke dalam amplop, menuliskan keterangan: “Dari Tuhan di Surga”, dan menyerahkan ke anak buahnya utk di kembalikan ke Rio.
Menerima uang tsb, Rio merasa sangat senang permintaannya terkabul, walaupun yang di terima hanya Rp 55.000,-. Rio pun bergegas mengambil kertas dan pensil, dan mulai menulis surat lagi :
TUHAN LAIN KALI KALO MAU KIRIM UANG, JANGAN LEWAT POLISI, KARENA KALO LEWAT POLISI DI POTONG RP 5.000,-.
Polisi: GUBRAKKKK…
SUMBER :
http://www.malau.net/tag/polisi/page/5/
Ngebut di Jalan
Seorang petugas Polisi di kota kecil menghentikan seorang pengendara sepeda motor yang kedapatan ngebut di jalan utama kota. “Tapi Pak,” Kata pria pengendara motor itu,”saya bisa menjelaskan alasannya.”
”jangan banyak omong,” bentak Polisi itu, ”Saya akan menahan kamu sampai Kepala Polisi datang.”
Tapi, Pak, anda harus dengar saya dulu, Saya......”
”Sudah kubilang jangan banyak omong! Kamu akan segera saya masukkan ke dalam tahanan!”
Beberapa jam kemudian, Polisi itu menengok kembali tahanan tersebut dan berkata,”Kamu sangat beruntung, karena hari ini Kepala Polisi sedang menghadiri pernikahan putrinya. Hatinya pasti senang saat dia kembali ke sini nanti.”
”Jangan harap,” jawab pria tersebut dari dalam tahanan.”Saya adalah pengantin prianya.”
SUMBER :
http://www.malau.net
Tugas Pertama Sebagai Polisi
Seorang calon polisi sedang menjalankan tugas pertamanya dalam mobil polisi dengan seniornya yang sudah berpengalaman.
Sebuah panggilan meminta mereka untuk membubarkan beberapa orang yang mondar-mandir di jalan. Polisi itu segera menuju ke jalan yang dimaksud.
Di sebuah sudut jalan terlihat sebuah kerumunan kecil. Calon polisi itu membuka jendelanya dan berkata, “Ayo bubar, bubar.”
Beberapa orang memandang saja, tetapi tak seorang pun bergerak, lalu ia berteriak lagi dengan suara yang lebih keras dan digalak-galakkan, “Ayo cepat bubar… sekarang!!!!”
Karena merasa terancam, kumpulan orang itu mulai bubar, sambil melihatnya dan bertanya-tanya dalam hati.
Bangga dengan tindakannya, polisi muda itu menoleh pada seniornya dan berkata, “Bagaimana bang aksiku tadi?”
“Hebat!!!” kata seniornya, “Baru pertama kali ini aku melihat seorang Polisi membubarkan orang-orang yang sedang menunggu bis di halte!”
SUMBER :
http://www.malau.net/
Surat Kelakuan Baik
Denny ditangkap Polisi karena mencuri tape mobil. Inilah dialog ketika ia diperiksa di kantor Polisi.
“Den, kenapa kamu mencuri?” Tanya petugas.
”Habis, saya terpaksa Pak,” jawab Denny tanpa perasaan bersalah.
”Jawaban klasik!” hardik Polisi, ”terpaksa bagaimana?”
”Iya, Pak. Berani disambar gledek kalau saya bohong Pak. Begini ceritanya. Sya tuh sebenarnya mau cari kantor Polisi, tapi nggak ketemu-ketemu. Tanya ke orang-orang, juga nggak ada yang tahu. Tapi saya nggak kehilangan akal, Pak. Saya malingin aja tape mobil, dan... akhirnya saya sampai juga kan di kantor Polisi.
Antara percaya dan tidak, si petugas pun lalu bertanya,”Memangnya kamu mau apa cari-cari kantor Polisi?”.
“Mau buat Surat Kelakuan Baik untuk tes Polisi, Pak.”
Mendapat Hadiah 10 Juta Rupiah
Seorang polisi menyetop mobil yang sedang dikendarai Paijo. Polisi itu bilang bahwa sehubungan dengan kampanye hari Keselamatan Di Jalan Raya, Paijo mendapat hadiah uang tunai 10 juta rupiah. Itu karena Paijo mengenakan sabuk pengaman.
Paijo hampir-hampir tak percaya dengan keberuntungan ini.
“Ngomong-ngomong uangnya mau diapain nih?”, tanya pak Polisi tersebut.
“Hmmm….kayaknya akan saya pakai buat bikin SIM, Pak!”, jawab Paijo.
“Jangan dengarkan omongan dia, Pak!”, sela Sarimin, teman Paijo yang duduk di sebelahnya, “Dia suka ngaco ngomongnya kalau lagi teler.”
Udin yang tidur di kursi belakang kemudian terbangun, yang ketika melihat pak Polisi langsung berkata, “Benar kan kata saya, mobil curian kayak gini pasti dikenali polisi.”
Saat itu juga terdengar ketukan dari bagasi belakang, disusul suara Prapto yang berteriak, “Hei, kita udah berhasil lewat perbatasan belum? Ganjanya bikin sesak nafas nih!”
Pak Polisi tiba-tiba jatuh pingsan.
SUMBER :
http://www.malau.net/
Pencuri
“Oh tidak boleh … Kau akan dapat kesempatan berbicara dengan dia di pengadilan … tenanglah jangan emosi.” Kata Polisi yang bertugas saat itu.
“Oh, tidak, tidak …!” kata pria tersebut.”Aku ingin menemuinya hanya ingin sekedar bertanya, bagaimana dia bisa masuk ke dalam rumahku tanpa membangunkan istriku? Padahal aku sudah mencoba hal itu selama bertahun-tahun, tapi tidak pernah berhasil.
Langsung Dipromosikan
Pada jaman orde baru, seorang petinggi Polisi merekomendasikan anaknya, Heri, yang sudah lulus sarjana untuk menjadi anggota Polisi. Perwira yang menerima rekomendasi itu kelabakan, karena kualitas Heri ternyata setingkat anak TK. Si perwira pun lalu mengajukan pertanyaan ringan saja, “ Tahukah anda apa nama jabatan pimpinan Polisi di tingkat Kabupaten?” Heri kebingungan menjawabnya. “Jangan kuatir,” Kata si perwira dengan bijaksana, “Besok saja anda dating lagi ke sini dengan jawabannya, ya ….! Jangan lupa salam saya untuk Bapak”.
Malam harinya, ketika Heri sudah menemukan jawabannya, sang ayah menanyakan kabarnya, “Bagaimana ? sudah lulus jadi Polisi?”. “Bukan lulus lagi pak,“ jawab Heri,”Saat ini saya bahkan sedang dipersiapkan jadi seorang Kapolres.”
SUMBER :
Majalah Bhayangkara Polda Jatim
Edisi I Februari 2010







