Kumpulan Kisah Mengenai Kepolisian

Lulus Polisi Pake D.U.I.T


Ada yang bertanya kepada saya, "Masuk Polisi itu harus pakai duit ya pak...??". Sebagai seorang Polisi mendengar pertanyaan seperti itu saya jawab saja sekenanya sambil tertawa dan bernada humor, "Iya masuk Polisi harus banyak-banyak pakai DUIT, alias :
D = Doa,
U = Usaha,
I = Ikhtiar, dan
T = Tawakal."

Tentunya dengan doa, usaha, ikhtiar dan tawakal yang sebenar-benarnya sesuai dengan syariat agama. Hehe..... suasana yang mulanya serius berganti dengan tawa dan canda. Setelah pembicaraan agak mencair, baru saya sampaikan bahwa masuk Polisi itu GRATIS gak pake bayar asal sehat jasmani, rohani dan tentunya pintar.

Di sela-sela senyum, sebenarnya saya merasa miris mendengar pertanyaan seperti itu. Tidak sekali, dua kali saya mendapat pertanyaan semacam itu. nampaknya sudah mengakar dalam masyarakat bahwa untuk menjadi seorang Polisi harus mengeluarkan / menyogok sejumlah uang. Padahal sudah seringkali disosialisasikan bahwa pendapftaran Polisi GRATIS.

Kalau ada Polisi yang mengaku bahwa dia masuk Polisi sehabis membayar sekian puluh juta, itu termasuk Polisi yang tertipu, padahal sebenarnya dia benar-benar lulus murni. Kenapa saya bilang begitu, nah... begini ceritanya.

Sebagai contoh, saya sebagai, "Makelar Calon Polisi". Saat penerimaan anggota Polisi dimulai, saya menawarkan kepada calon-calon Polisi yang mau mendaftar Polisi bahwa saya bisa membantunya supaya lulus menjadi Polisi dengan membayar sejumlah uang.

Setelah menebarkan janji manis, saya berhasil menjerat beberapa calon korban & berhasil panen uang dari mereka. Nah.... setelah seleksi penerimaan dimulai sebenarnya saya tidak membantu apapun sama sekali kepada mereka dalam setiap seleksinya. Calon tersebut dibiarkan berjuang mengikuti seleksinya sendiri & percaya saya yang membantunya dari belakang (padahal enggak... ^_^).

Setelah semua seleksi dijalani dan pengumuman hasil seleksi penerimaan Polisi dikeluarkan. Dari beberapa calon Polisi korbanku, ada sebagian yang lulus ada juga yang gagal. Korbanku yang gagal masuk Polisi kuberi berbagai alasan berupa kekurangan yang begitu mencolok sehingga dia tidak bisa dibantu dan uangnya saya kembalikan sehingga dia tutup mulut dan tidak lapor atau menuntut secara pidana.

Lain halnya dengan korbanku yang lulus menjadi Polisi, uangnya kuambil dan kuberi selamat kepada mereka. Merekapun berterima kasih dan mengira saya yang membantu mereka lulus menjadi Polisi. Padahal saya tidak membantu apapun, mereka hanya tertipu padahal mereka memang benar-benar lulus murni sedangkan uang mereka diambil. (T_T)

Jadi.... Jangan percaya apabila ada yang mengaku bisa membantu meluluskan menjadi Polisi. Cukup dengan D.U.I.T (Doa, Usaha, Ikhtiar, Tawakal) kepada Allah SWT maka bila Allah SWT menghendaki maka kita akan menjadi Polisi. Percayalah Allah SWT telah menetapkan rezeki hambaNya maka rezeki kita tidak bakal diambil orang. Kalaupun kita tidak lulus berarti Allah SWT cuma menunda rezeki kita atau telah menetapkan rezeki kita yang lebih baik di tempat yang lain.

Mungkin sebagian besar masyarakat bahkan Polisi sendiri jarang mendengar yang seperti ini atau kalaupun sudah mendengar tapi sulit untuk mempercayainya. Saya dulu juga hampir tidak percaya bahwa saya lulus murni tanpa uang. Tapi hal ini telah saya alami sendiri karena saya sendiri lulus Polisi tidak nyogok (^_^) Alhamdulillah..... Setelah menjadi Polisi ternyata banyak juga diantara angkatanku yang lulus murni tanpa sogokan. Tidak cukup itu, kubuktikan lagi dengan mencoba mendaftarkan adikku Polisi dan ternyata diapun lulus tanpa sogokan uang. Jadi, yakinlah saya bahwa masuk Polisi itu Gratis.....

Polri terus mensosialisasikan bahwa untuk pendaftaran Polisi itu gratis, selain itu Polri juga terus berupaya menjaring para calo maupun makelar yang mencoba menipu para calon Polisi. Tentunya semua ini tidaklah maksimal tanpa bantuan masyarakat, apabila mendapat tawaran dari calo maupun makelar untuk lulus Polisi dengan membayar sejumlah uang mohon dilaporkan ke Propam maupun Reskrim karena itu jelas penipuan. Yakinlah apabila anda ingin menjadi Polisi bila Allah SWT menghendaki pasti akan lulus dengan dibarengi dengan Doa, Usaha, Ikhtiar dan tawakal yang maksimal.

Bagi yang telah menjadi Polisi namun terlanjur membayar untuk lulus Polisi, sadarilah bahwa anda sebenarnya lulus secara murni karena skill, kemampuan & kompetensi saudara berdasarkan hasil seleksi penerimaan Kepolisian yang ketat, terbuka dan sportif. Namun, yang lalu biarlah berlalu selanjutnya jalankanlah tugas saudara dengan sepenuh hati dan profesional untuk melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat. Bravo Polri.

By Ahmad Ridha Zld





Artikel Terkait :

Lulus Polisi Dengan Sogok
Gak Mungkin Masuk Polisi Tanpa Duit

104 komentar:

  1. ubuyyy

    by Ochie maru....

    BalasHapus
    Balasan
    1. kenapa dzini zulawesi tengara rata-rata orang mendaftar yg lulus tu pake duit pak.. z aja entah apa yg zlah ko bza gk lulus, z heran padahal niat dan tekad ku menjadi seorang polisi snagat besar agar sy biza berguna bagi nusa bangsa, agama, tpi z kecewa krna betgitunya.. tolonk dijelaskan..

      Hapus
  2. salam hangat bro dari wasaka satu banjarbaru

    BalasHapus
  3. wow, mantap, selamat yo pa polisi blognya masuk koran BPost hari ini.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Alhamdulillah.....
      Makasih infonya. smoga Pa uzanks jg turut sukses.
      Amin..... :)

      Hapus
  4. terima kasih pak buat penjelasannya....... tapi saya ingin brtanya ... apa memang ada yang masuk kepolisian tanpa menyogok skrg ini? dan saya pernah mendengar dari teman abang saya, dia tidak lolos karena dia tidak menyogok.... bkan nya menyombong kan padahal temannya yang lulus kalah secara kemampuan dengan dia......... mohon penjelasannya pak.. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Pa Boby atas ketertarikannya dgn artikel ini & permohonan maaf saya yg baru saja membalas komentar Pa Boby dikarenakan lama tidak membuka blog ini.

      Waktu saya mendaftar Polisi byk org bilang saya tidak bisa lulus kalo tidak menyogok. Tapi saya tidak mengindahkannya karena saya mendaftar cuma coba-coba, kalo lulus Alhamdulillah, kalo tidak ya bukan rejeki. Namun Alhamdulillah, dgn ijin Allah SWT saya malah lulus walau tanpa sogokan. Pada saat itu sayapun masih blm yakin, akhirnya saya suruh adik saya mendaftar Polisi dan diapun lulus tanpa sogokan akhirnya saya yakin bila Allah SWT menghendaki & memang rezeki kita di sana, meskipun tanpa sogokan kita pasti lulus.

      Saya yakin Pa Boby adalah org yg baik dan sangat perhatian. Tentunya Pa Boby juga menginginkan yg terbaik utk teman abang Pa Boby. Saya turut prihatin dgn beliau, Saya tahu, pasti beliau sangat kecewa akan kegagalan tersebut. Namun demikian, lulus tidaknya menjadi anggota Polri ditentukan setelah melewati beberapa tahap pemeriksaan mulai dari administrasi, kesehatan, psikologi, kemampuan jasmani maupun uji akademik. Semua tahapan itu ada panitia yang menilainya. mungkin benar temannya yg lulus dr sudut pandang kita kalah kemampuan. Namun panitia seleksi memiliki kualifikasi tersendiri dlm menilai para pesertanya.

      Bagi teman abang Pa Boby yg tidak lolos, tetaplah berprasangka baik dgn kegagalan dan bangkitlah lagi memperbaiki diri untuk persiapan pendaftaran anggota Polri mendatang. yg menghambat kita mencapai kesuksesan bukanlah org lain melainkan diri kita sendiri. Raih kesuksesan tanpa mengharap orang lain jatuh dan tetap dijalan yg lurus dgn tidak tergiur utk menyogok. Saya berharap beliau dpt mencapai apa yg dicita-citakannya

      Semoga bermanfaat, salam hormat dari kami
      Ahmad Ridha

      Hapus
    2. Untuk cek up aja mesti bayar 5 jt di rikes polda..bahwa yg pake duit itu knyataan benar sekali...

      Hapus
    3. Untuk cek up aja mesti bayar 5 jt di rikes polda..bahwa yg pake duit itu knyataan benar sekali...

      Hapus
  5. idealnya memang begitu adanya..

    Tapi seringkali kondisi ideal itu jarang sekali terjadi..

    anggap saja jumlah anggota polisi itu ada 100.000 dari jumlah segitu apa iya jujur semua..? bersih semua.. (yakin..?)

    mas ahmad ridha ini terlalu manis bicaranya tapi gak lihat realita...

    reformasi birokrasi sedang berjalan... dan belum sampai pada tujuan...

    semua institusi sedang berbenah.... jangan membohongi masyarakat dengan isyu yang gak benar seperti itu... (meskipun yang Anda kayakan itu baik)

    gini aja...

    Kualifikasi yang diperlukan untuk menjadi polisi itu apa saja... apa Anda bisa menjamin bahwa kalau sudah memiliki kualifikasi seperti itu pasti bisa lulus..???

    tinggi badan...
    kesehatan...
    Tingkat Intelegensi...
    kemampuan fisik...
    motivasi tidak saya masukkan.. karena semua yang mendaftar sudah tentu punya motivasi..
    Cinta tanah Air tidak saya masukkan.. karena ini hal yang tidak bisa diukur...

    Apa lagi..?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Anda benar, kondisi ideal itu jarang terjadi. Namun, saya yakin andapun menginginkan kondisi ideal yang baik dapat terus berlangsung. sayapun berpikir demikian dan mari terus kita perjuangkan.

      Anda benar, saya sependapat dgn anda bahwa kita tidak bisa yakin sepenuhnya dr sekian byk jumlah anggota Polisi jujur semua, bersih semua. Namun, sayapun yakin tdk semua anggota Polisi buruk semua. Andapun pasti mendambakan institusi Polri yang bersih dgn anggotanya yg jujur dan bermoral mulia, benar kan??. Oleh karena itu, partisipasi semua pihak termasuk anda sungguh dibutuhkan Polri untuk berbenah ke arah yang lebih baik.

      Entah bagaimana anda tahu, sungguh anda benar. Sebagai seorang Polisi yg bertugas di bagian sekretariat yg hanya byk berhadapan dgn surat-menyurat, buku dan komputer, saya sangat awam dgn realita di lapangan. Saya tertarik dgn realita tsb & saya sangat berharap anda mau berbagi dgn kami ttg realita yg anda maksudkan tersebut.

      Sungguh saya melihat di sini anda merupakan org yg berwawasan luas bahkan mengetahui ttg perkembangan pemerintahan terkini. sekali lagi anda benar, reformasi birokrasi saat ini sedang dan terus berjalan serta belum berakhir hingga thn 2025. Semua institusipun terus berbenah ke arah yg lebih baik.

      Sebagai penulis, saya menuangkan pengalaman pribadi dan ingin berbagi tentang apa yg saya pikirkan melalui artikel ini. Namun, pada akhirnya pembacalah yg menilai kualitas dari tulisan tsb. Sebagai pembaca anda berhak berkomentar ini kebohongan. Saya tidak menyalahkan anda karena apabila saya diposisi anda, sayapun akan berpikir dan berkata sebagaimana yg anda lakukan. Saya sungguh berterima kasih karena sungguh jarang orang seperti anda mau meluangkan waktu memberikan komentar pada blog saya dan saya sangat berharap anda mau memberikan komentar pada tulisan-tulisan saya yang lainnya.

      Sekali lagi saya melihat anda memang berwawasan luas, anda benar, dalam pendaftaran Polisi para calon melewati beberapa tahap pengujian. Mulai dari administrasi, kesehatan, psikologi, kemampuan jasmani maupun uji akademik. Semua itu, merupakan tahapan kegiatan yg dilaksanakan dlm upaya memperoleh calon anggota Polri yg berkualitas, baik mental kepribadian, kesehatan jasmani maupun rohani serta inteligensia.

      Dan anda benar lagi, tidak semua calon yang lulus kualifikasi tersebut bisa mengikuti pendidikan. Karena dibatasi kuota maka hanya ranking tertinggilah yang bisa ikut pendidikan.

      Pada akhirnya, saya menyadari bahwa kita semua memiliki tujuan yg sama, Terima kasih anda mau berkunjung ke blog saya, komentar anda sangat bermanfaat.

      Salam Hormat dari kami,
      Ahmad Ridha

      Hapus
    2. Saya bingung berkomentar...karena anak polisi di sini juga telpon2 sama orang polda mesti nyiapin 300jt...saya kaget denger nya sedengkn saya ga punya uang sebesar itu...saya mau ngadu nasib...eh baru cek up gigi bagus tinggi 173 berat idesl..masih saja harus sediakan uang 5jt ...ssmpe2 saya nangis toh aku pernah cek up total sehat semua tpi cek k kesehatan di polda mesti bayar 5 juts ..

      Hapus
  6. Byk yg terjebak dg kondisi ideal at tdk ideal, tp menurut sy dlm kondisi apapun informasi yg mencerdaskan masyarakat mmg perlu disampaikan. Jauh dari kesan “bermanis-manis” apalagi tak realistis tulisan ini menurut sy justru mehadirkan rasa optimis dlm berkompetisi bagi calon polisi. Tak semua bersih memang, tapi tak semuanya hitam juga kan…? Yah, Optimis! Kalaupun menemui penyimpangan anda bisa membantu polri dg melaporkan hal tsbt kpd pihak yg berwenang.
    Adapun poin penting yg sy tangkap dari penulis adalah upaya penyadaran kpd masyarakat yg ingin menjadi anggota polri agar tdk menggunakan cara2 yg tdk halal (*seperti memberi uang ‘pelicin’ kpd oknum tertentu ) utk melancarkan jalan menjadi anggota polri & juga mencegah masyakat agar tidak tertipu dr upaya2 yg membodohi & memanfaatkan kesempatan dr penerimaan anggota polri yg sebenarnya bebas biaya.
    Sedangkan mengenai jaminan lulus atau tidaknya sesorang m’jd anggota polri (atau mjadi apapun) sy rasa ini bukan hanya masalah kualifikasi & Kompetensi yg terpenuhi , ttp juga ttg kompetisi (tentunya kompetisi yg sehat, terbuka, jujur , adil.. ) & rejeki. Jika D.U.I.T (meminjam istilah penulis ;)) sdh dimaksimalkan, kualifikasi sdh dipenuhi, kompetisi sdh dimenangi & rejeki sdh dituliskan olehNya, maka tak seorangpun yg dpt menggagalkannya. So… Optimis, tetap semangat & jgn lupa pake DUIT (Hee.. Doa, Usaha, Ikhtiar & Tawakal tentunya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hy, terima kasih sudah berkunjung ke blog kami.

      Hy benar, saya sependapat dengan Hy. Ditengah lajunya arus komunikasi dan informasi saat ini, sungguh betapa berharganya dan perlunya menyampaikan informasi yang bermanfaat dan dapat mencerdaskan masyarakat. Hal ini penting guna mencegah masyarakat tertipu dan dimanfaatkan dlm penerimaan anggota Polri yang sebenarnya gratis. Selain itu juga sebagaimana yg Hy katakan yaitu sebagai upaya penyadaran kpd masyarakat agar tidak menggunakan cara-cara yg tdk halal dalam pendaftaran calon anggota Polri maupun pendaftaran lainnya.

      Saya tertarik dgn Hy yang dapat menangkap dengan tepat apa yg ingin saya sampaikan dalam tulisan ini. Saya yakin Hy adalah seseorang yang sangat gemar membaca. Seseorang yg senang membaca biasanya juga merupakan seorang penulis yang berhasil. Saya akan merasa sangat senang dan terhormat apabila bisa membaca hasil karya Hy. Itupun kalau Hy berkenan :)

      Salam hormat dari kami,
      Ahmad Ridha

      Hapus
  7. 1000 banding 1

    berarti anda beruntung lulus polisi secara bersih, biasanya kalau ada kelulusan bersih itu terjadi kalau ada pergantian polda baru. masuk polisi atau tni kalau mau lulus harus pakai duit itu sudah menjadi rahasia umum. memang nya mada ada pencurimengaku mencuri

    1000 banding 1

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, benar sekali,tentunya dgn ijin Allah SWT lah saya bisa menjadi Polisi.smoga bisa tetap amanah mohon doanya barokahnya slalu. Smoga BarokahNya jg selalu tercurah kpd saudara.

      Benar sekali pendapat saudara,
      Semuanya berubah saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono diangkat jadi Presiden. Pembersihanpun dimulai.

      Jenderal Polisi (Purn) Sutanto merupakan lulusan Akabri Kepolisian terbaik thn 1973. Namun dalam kariernya beliau banyak berseberangan dgn Polisi kebanyakan karena Kepribadiannya yang keras terhadap kejahatan tanpa kompromi. Karena sikapnya ini, beliau selanjutnya hanya disimpan di Pusat Pendidikan & Pelatihan Polri.

      Hal ini berubah stlh Bpk Susilo Bambang Yudhoyono diangkat sbg Presiden. Beliau melakukan gebrakan dgn melakukan pembersihan trhdp birokrasi pemerintah. diangkat Menteri & penjabat terbaik berdasarkan seleksi termasuk Kapolri.

      Sejak Jenderal Pol (Purn) Sutanto diangkat jd Kapolri th 2005 terjadi kegemparan di seluruh Indonesia. beliau mencanangkan pemberantasan judi dan narkoba serta miras maka diseluruh kota dan daerah banyak para preman yang ditangkapi. Preman-preman kota yang sering berkumpul dan mabuk-mabukan di setiap gang mulai berkurang bahkan sudah tak ada sama sekali. Perkelahian antar suku, antar kampung sudah tak ada lagi.

      Beliau juga melakukan pembersihan terhadap pejabat2 Polri termasuk para Kapolda di setiap daerah. Di Kalimantan Selatan pd th 2005 diangkat Brigadir Jenderal Pol. Bambang Hendarso Danuri, MM menjadi Kapolda. Tdk kalah gempar di Kalsel Para Mafia, Illegal Logging (Penebangan liar), Illegal Mining (Penambangan Illegal) terutama batu bara yg selama ini tdk tersentuh dibabat habis tanpa ampun. Para mafia di Kalsel lbh memilih melarikan diri keluar negeri ketimbang bertahan di Kalsel dan tertangkap krn Kapolda tidak mempan disogok. Yg Pada akhirnya saat beliau jd Kapolri beliau kejar para mafia tersebut sampai keluar negeri.

      Penerimaan Personil Polisi pun diawasi dgn ketat. Saya ingat Pak Bambang Hendarso turun langsung menyeleksi kami yg mendaftar Polisi sehingga tdk ada pejabat seleksi yg berani main-main dgn nilai seleksi. Hsl seleksi benar2 murni tanpa sabotase.

      Disanalah saya berada menjadi saksi sosok Kapolda yg luar biasa. Sosok Kapolri yg harum namanya. Menyadarkan kita bahwa sosok Polisi yg baik masih ada.

      Di jaman itulah saya lulus menjadi anggota Polisi.

      Hapus
  8. Terimakasih banyak atas tulisan yang bapak muat pak. sedikit banyak, bapak telah memberikan semangat kepada generasi muda seperti saya ini. yang pada awalnya merasa pesimis, akhirnya optimis setelah membaca tulisan bapak. dan saya saat ini juga pendaftar, yang baru lolos rikkes 1, polda Jatim pak. doakan saya. dan komitmen saya juga sama seperti bapak. saya berangkat dengan niat suci serta kejujuran.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama terima kasih, amin... semoga diberikan yang terbaik oleh Allah SWT.

      Hapus
  9. Balasan
    1. Salam Hormat juga untuk Pa Janus Setyadi

      Hapus
  10. salam hormat pak
    mmang indah mendengar artikel bpak diatas,,,tp kenyataanx pak tdk bgitu,,,bkn rhsia lgi bxk makelar msuk polri bs dibuktikan,,,,tp sy tdk ingin mndftar pak..hax prihatin mndengar isu ini di masyrkt..bngsa kita sedang krisis kejujuran,,smg kejujuran bpak bs menjdi contoh bgi yg lain

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam hormat juga kepada bapak.

      Terima kasih untuk dukungan bapak, semoga kebaikan ini bisa terus berlanjut dan Polri yang bersih bisa benar-benar tercapai.

      Hapus
  11. aku percaya yg di post oleh bapak ...
    tapi bibi gue gx percaya.. katanya bapak itu bohong ..
    katanya gx mungkin kalau polisi gx pakai duit...

    cara meyakinkan nya gimana ea pak susah banget di bilang ..
    katanya kalau mau masuk polisi harung pakai org dlm..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Pak Putra Ramadhany karena sdh mencoba meyakinkan bibinya. Memang susah agar orang lain bisa percaya kecuali sudah membuktikannya sendiri.

      Dulu saya juga tidak percaya, sampai suatu ketika sewaktu kami lulusan SMA banyak teman-teman yg daftar penerimaan Polri sayapun ikut sbg salah satunya. Saya tidak terpikir untuk menjadi Polisi karena tujuan saya ikut daftar hanya untuk coba-coba bersama teman sekaligus cari pengalaman mencari kerja.

      Hal inipun saya sampaikan kepada orang tua, sehingga waktu beberapa kali tawaran datang kepada ortu untuk menggunakan uang pelicin agar saya lulus seleksi dijawab oleh orang tua bahwa anak kami ini daftar Polisi cuma coba-coba kalo lulus ya Alhamdulillah kalo gak lulus ya gak apa-apa gak perlu pakai sogok-sogokan.

      Saat semua seleksi berakhir tanpa disangka saya malah lulus menjadi Polisi. Sayapun merasa tidak percaya, kata orang kalo gak pakai uang atau orang dalam gak mungkin jadi Polisi tapi saya malah menjadi Polisi tanpa itu semua.

      2 tahun kemudian saya suruh lagi adik saya untuk daftar Polisi ternyata diapun bisa lulus tanpa sogokan dan tanpa saya mencampurinya. Dari situ saya yakin bahwa masuk Polisi sebenarnya tidak perlu pakai duit/sogok/suap/uang pelicin atau apalah sebutannya.

      Saat saya sendiri menceritakan pengalaman tersebut kepada orang lain banyak juga yang tidak percaya padahal saya sudah membuktikannya sendiri. Jadi, wajar saja bila bibi Pak Putra juga tidak percaya, anda sudah berbuat maksimal untuk menyakinkannya.

      Hapus
  12. Saya amat percaya PASTI ADA orang Indonesia yang berhasil jadi tamtama/bintara/taruna polisi dengan MURNI tanpa sogokan/pelicin atau rekomendasi orang kuat.

    Masalahnya adalah pada: PASTI ADA yang MURNI.

    Itu artinya, jika diangkakan dalam bentuk persen maka persentasenya mulai dari 1 sampai dengan 99 persen.

    Saya percaya, hanya Tuhan yang tahu tepatnya berapa persentase dan tren orang Indonesia yang berhasil jadi tamtama/bintara/taruna polisi dengan MURNI tiap tahunnya.

    Namun demikian, saya percaya tidak pernah angkanya melebihi 30 persen sejak 40 tahun yang lalu.

    Mungkin, angka di atas 95% hanya ada di Singapura dan negara-negara maju lainnya dan di Indonesia pada masa orde lama.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya senang sekali masih ada yang percaya bahwa masih ada Polisi yang baik dan jujur. Mari kita perjuangkan agar Polisi yang baik, berwibawa dan jujur semakin banyak salah satunya dengan meningkatkan kesadaran masyarakat dengan cara apapun seperti tulisan ini.

      Saya sangat mengimpikan dan menginginkan Indonesia memiliki Institusi Polri yang seluruh anggotanya Jujur, berwibawa dan berakhlak mulia sehingga dimanapun dia berada selalu membawa keberkahan dan perasaan aman. Polri masih bisa menjadi lebih baik lagi.

      Hapus
  13. maaf pak sebelumnya, saya imanuel dari bogor,.

    saya sudah 5 kali dftr polisi & 4 kali dftr TNI AD,AL,AU.
    Saat saya dftr 5x polisi saya tidak pernah lolos KES 1, pdahal sebelum tes saya ikut CEK UP dan hasil'y bagus 100%.
    krna saya bingung saya mencoba ikut TNI tpi hasil'y mengejutkan saya dan teman2 saya yang tidak pernah lolos di KES 1 slama ini slalu lolos sampai PANPUS ( PANTOHIR PUSAT ).
    itu yang slama ini jdi pertanyaan saya, kalau mmang tidak pake uang apa lagi namanya pak.?

    sedangkan teman saya yang lolos polisi ada yang tidak bisa PULL UP sama skali, lari hnya kuat 4 putaran bhkan teman saya ada yg wktu SMA prnh menggunakan ganja & mabuk2kan.
    apa namanya kalau tidak menggunakan uang.?

    ada yang lebih lucu, teman saya sudah tumbang di KES 1 karena varises besar2 tapi dia muncul kembali dan mengikuti tes kembali di PANTOHIR.
    apa namanya kalau tidak pakai uang.?

    mohon penjelasannya pak,.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Pak Imanuel telah bersedia singgah di blog kami dan berpartisipasi memberikan masukan di sini.

      Kalo memang masuk Polisi harus nyogok maka tak perlu lakukan itu, karena saat kita nyogok saat itu pula kita membayar utk masuk neraka di akhirat kelak. Padahal dengan tidak menyogok, lulus atau tdk lulus menjadi Polisi itulah yang terbaik yang diberikan Tuhan kepada kita.

      Apabila yang Pak Emanuel sampaikan benar terjadi, maka hal tersebut tidak layak menjadi contoh bagi kita untuk ikut-ikutan seperti itu. Pak Imanuel bisa melaporkan oknum yang bersangkutan ke situs Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) di link berikut :
      http://www.kompolnas.go.id/hubungi-kami/

      Hapus
  14. Ass wrb pak.,,saya pengen masuk polisi tapi saya pesimis sebab alasan mata saya yang miopia/minus!
    Yang saya mau tanyakan apa masih ada harapan saya buat masuk polisi n adakah pengalaman teman anda yang tidak bisa masuk polisi sebab akibat mata minus

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku imanuel

      itu mah harus di laser dlu, temen saya bulan kemarin baru masuk CATAM TNI GEL 1.
      dia juga sama pnya masalah mata juga.

      tapi menurut pengalaman yang saya rasakan waktu tes bulan kemarin temen saya banyak juga yang minus bahkan buta warna yang lolos, saya juga bingung kenapa bisa. ( mungkin dukunnya kuat kali ya,,, hahahaahahah )
      mereka bilang kok sama saya kalau minus & ada yang buta warna juga.

      Hapus
    2. Heeeh kamu Imanuel kebanyakan cang cing cong, teman-teman saya saja banyak yang masuk polisi bintara semua murni, bayangkan saja anak seorang penjual nasi padang dan saya tau bagaimana keadaannya, baimdari segi ekonomi nya juga. Bagaimana mungkin bila yg anda sebutkan bahwa untuk lolos tes polisi itu harus pake uang ? Sedangkan teman saya untuk punya uang banyak, orang tua nya tak punya. Mungkin anda terlalu sesumbar, jadi malah kena batunya sendiri

      Hapus
    3. Sdr bima , kita yang daftar protes wajar dong ? Harusnya itu jadi bahan acuan polri kenapa yang banyak minusnya bisa masuk?? Tumpas habis para (oknum) *gktaubrpbanyak
      Bukan malah marah2 . Harusnya polri itu memberi solusi agar calo dari kepolisian bisa ditangkap bukannya malah dipelihara dan tidak ada tindakan apa2 dari pihak kepolisian terhadap calo itu .

      Hapus
  15. Kalau uang sogokan di ambil meskipun tidak membantu artinya tetap menerima suap dong

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar sekali terhadap perbuatan oknum polisi yang meminta sejumlah uang dengan janji akan meluluskan menjadi polisi, menurut hemat kami dapat dikenakan ketentuan UU Tipikor mengenai penyuapan sebagaimana diatur Pasal 5 ayat (1) jo. Pasal 12 huruf a dan huruf b UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (“UU Tipikor”).

      Hapus
  16. Kalo seandainya ada bekas jerawat,ama jerawat tapi bukan jerawat batu sih bisaa kagak yah masuk polri

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tidak apa-apa, bekas jerawat & jerawat tidak mempengaruhi penilaian kelulusan.

      Hapus
  17. pak bagaimana jika ingin mendaftar, saya tidak tahu informasi apa apa, mohon di bimbing, terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ibu Khoirunnisa Nisa bisa mencari info di http://penerimaan.polri.go.id/
      atau ke Gramedia dimana sekarang banyak buku yang mengulas tentang penerimaan anggota Polri.

      Semoga bermanfaat

      Hapus
  18. pak ahmad ridha polisi yang hebat ,semoga di beri kelancaran dan keslamatan dalam bertugas ,hidup bayangkara

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin.... doa yang sama untuk Pa Novian Eko Purnomo
      Terima Kasih...

      Hapus
  19. Ass.pak ridha.memang benar apa yg bp tulis..dan memang harus sabar menghadapi komentar positf negatif disini.sy 97%setuju atas jawaban bp.karena masyarakat indonesia sudah mulai berani mengajukan komentar,justru sangat membangun.jadi tergantung dari diri kita msing2 yg menilai..antara jujur dan tidak tipis sekali.semoga dari kejujuran yg dibangun sejak dini bisa merubah bangsa yang mulai hilang pegangan..semoga ada 900 pak ridha diantara 1000 orang dikepolisian..mungkin indonesia bisa berubah.kita bangsa indonesia tdk harus pesimis untuk berharap bisa menggapai langit..keberhasilan suatu bangsa tergantung dari moral penduduknya..memang perlu digembleng masyarakat kita dengan DUIT(istilah p ridha)sejak dini..mohon doanya untk kesuksesan bangsa ini..juga kesuksesan anak saya yang ikut seleksi kepolisian di ibu kota..tha 2014. tanpa harus mengeluarkan biaya yang diributkan..jangan diasuh ketidakjujuran.tp mari kita asah kejujuran dari sekarang. Mari jadikan bangsa kita bangsa yg takut pd kebohongan dan kebodohan..bersatu kita teguh bercerai jadi berantakan..satukan ide dg hati.tx p ridha.wassalamu'alaikum

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waalaikumsalam Wr. Wb,

      Amin... Smoga Kepolisian Indonesia semakin banyak mendapat orang-orang yang jujur dan Polri bisa menjadi lebih baik lagi. Meliha niat baik anda, saya pribadi sangat berharap anak anda dapat lulus menjadi Anggota Polri, smoga diberikan Allah SWT jalan yang terbaik. Amin....

      Hapus
  20. Budayakan kejujuran..buang kebohongan..!! kt emak jangan sekali kali kita berkata BOHONG alias TIDAKJUJUR karena sekali kita bicara bohong,PASTI akan ada kebohongan lain di belakangnya.

    BalasHapus
  21. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  22. pakk, gimana cara untuk memotivasi diri sendiri untuk jd polisi, soalnya saya mau ngelamar polisi tahun 2015 dr SECABA

    BalasHapus
    Balasan
    1. Daftar dulu, urusan motivasi belakangan. Smoga sukses dan menjadi Polisi yang baik.

      Hapus
  23. pak mau tanya, apa iya kalo masuk polisi tidak bolehberjerawat??? krn tadi cowo saya tes kesehatan waktu diperiksa jerawat nya langsung dicatat. mojon jawaban nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boleh saja, kalaupun dicatat selama tes kesehatan namun tentunya tidak terlalu mempengaruhi ke nilai test. Yang penting yg menjadi catatan bukan sesuatu yang riskan contoh seperti punya penyakit jantung, terindikasi pengguna narkoba, tubuh bertato, dll yang sudah pasti akan gugur dalam tes.

      Hapus
  24. pak polisi nama saya dhamar.. saya mau tanya,kaki saya sedikit berbentuk O tapi tidak parah,di kulit punggung dan lutut saya terdapat selulit apakah bisa daftar kepolisian?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kaki O yang tidak parah tidak menjadi masalah, tapi mungkin akan menjadi catatan berapa centimeter lebar kaki O-nya. Saran saya latihlah kaki anda dengan memaksa kaki anda merapat saat berdiri (berdiri tegak sambil memaksa lutut anda sebisa mungkin menyampuk). Lakukan ini dirumah jauh hari sebelum test sehingga menjadi terbiasa dan terus dipraktekkan selama test kesehatan. Diharapkan pada saat test dapat mengurangi bentuk O kaki anda saat diukur atau kalau bisa malah hilang sama sekali.

      maksud anda di sini selulit atau keloid. namun selulit dan keloid tetap bisa mendaftar kepolisian.

      Hapus
  25. Di setiap urutan tes ada panitia masing2 .. ada daerah ada pusat dan pasti ad pimpinan panitia yg biasanya berpangkat perwira tinggi .. singkat saja . . Misal Saya mendaftar polisi kebetulan ayah saya panitia pusat, perannya pimpinan.. namun saya memiliki kekurangan di jasmani 0 besar.. lari g kuat. Pull up g kuat. Push up apalagi .. tp kok lulus ya?? Bukan sogok si.. lebih ke persaudaraan karna saya anaknya si A .. dan si B C D teman.. y akhirnya lulus .. mungkin anda dan adik anda sedang bejoo.. bnyak wong ndeso yg sehat buanget gugur.. yg mestinya dy bisa merubah nAsib keluarganya ehh di sikut sama anaknya si A .. andalan anda hanya laporkan jika ada.. laporkan .. sesungguhnya reformasi internal anda banyak yg harus dibenahi .. bukan mbahas yg seperti ini.. sangat ironi .. jelas saja anda menutupi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin maksud anda disini adalah Nepotisme yang lebih memilih saudara atau teman akrab berdasarkan hubungannya bukan berdasarkan kemampuannya. Namun apapun itu, baik korupsi, kolusi maupun nepotisme tetap tidak bisa dibenarkan.

      Benar sekali, saya sependapat dengan anda, banyak yang harus dibenahi dalam internal Kepolisian sendiri termasuk permasalahan yang saya angkat dalam artikel ini.

      Saya pribadi memohon maaf apabila ternyata tulisan yang saya angkat dalam artikel ini tidak pantas untuk dibahas. Sudah menjadi hak anda sebagai pembaca untuk mengeluarkan pendapat seperti itu.

      Apabila ada yang dapat mengambil sisi positif dari artikel ini, saya amat bersyukur, namun apabila ternyata para pembaca tidak menganggak baik tulisan ini sayapun tidak menyalahkan sambil terus berharap semoga tulisan ini dapat berguna bagi para pembaca.

      Hapus
  26. Dari pada anda meyakinkan masyarakat bahwa masuk polisi atau sejenisnya itu tidak ada suap.. lebih baik membahas yg lain.. karna mereka yg paham itu ketawa melihat blog anda.. masyarakat tidak bodoh mas broo.. polri sudah terbenah kok.. tingkatkan lagi kreatifitas polri berikan wawasan yg bermanfaat lagi.. jika blog ini dibuat untuk menghindari penipuan dari oknum .. percuma saja.. omonhan oknum lebih dipercaya dari pada omongan anda

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar kata anda, mereka yang paham itu ketawa melihat blog saya. komentar anda ini mengingatkan saya kembali pada saat artikel ini diangkat di surat kabar harian lokal Banjarmasin Post di kota tempat saya bertugas. Yang terjadi kemudian ada rekan-rekan sesama anggota kepolisian sendiri memandang sinis saat saya lewat di depan mereka, ada yang menertawakan, ada yang meneriaki namun alhamdulillah ada juga yang berkomentar positif.

      Benar sekali Polri sudah berbenah dan harus terus berbenah menjadi Polri yang lebih baik lagi. Terima kasih atas masukan anda semoga tulisan saya kedepannya menjadi lebih baik lagi, lebih bervariasi dan lebih kreatif serta dapat lebih bermanfaat lagi.
      Bagi para pembaca tulisan ini, Sudah menjadi hak anda untuk mempercayai atau tidak mempercayai suatu tulisan yang anda baca. Apabila anda percaya saya amat bersyukur, namun apabila anda tidak percaya, sayapun tidak meyalahkan dengan tetap mengharapkan semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi yang membaca.

      Hapus
    2. Wah la itu ada yang sinis , tertawa dan meneriakin bapak ketika artikel ini dimuat .
      tandakanyakan mereka itu secara tidak sadar memberitau ke kita2 bahwa mereka masuk nyogok juga.

      Hapus
    3. Wah la itu ada yang sinis , tertawa dan meneriakin bapak ketika artikel ini dimuat .
      tandakanyakan mereka itu secara tidak sadar memberitau ke kita2 bahwa mereka masuk nyogok juga.

      Hapus
  27. YANG HARAM TETEP HARAM, YANG HALAL TETEP HALAL. DAH JELAS KQ PERBEDAANNYA, ORANG AWAM PUN BISA MEMBEDAKAN.

    BalasHapus
  28. How great article! Exellent written .Terimakasih bapak polisi yang sangat berpikiran luas dan penuh motivasi atas pencerahan dan pngalaman ny yg luar biasa . Sy sndri sgt kagum dan ingin menkadi seorg polisi spt bapa ,yg tdk hny mjdi plndung dan pengayom namun jg sgt mmkirkn dn pnuh prhtian trhdp sgl kbingungn yg saat ini mmg byk dprtnykn msyrkt . Trmsk sy sndri yg sbnrny ada berkeinginn mdftr sbg polwan .walaupun hny mncoba nmun sy akn ushkn yg trbaik . Mk dr itu sy ingin mnykn hal hal lain ny yg sy kurg pahami .Sprti apakh prbedaan antra bintara dan akpol . Apa bnr peluang msk akpol lbh kcl .? Jd sy dpt mmprtimbgkn shingg tdk akn gugur lbh awl hny krn sy mmlh ssuatu yg mngkin sgt sulit dcapai sprti akpol .kata org kbnykn . Dan apakah bnr para oknum yg anda ktakan di ats .mereka smpai mmnta uang pelicin scr lnsg bahkan smpai mnemui org tua pndftr? Utk jwbnny trmakasih pak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih mba Rizky Amelia Putri atas ucapannya.

      PERBEDAAN BINTARA DAN AKPOL

      Bintara diperuntukan bagi tenaga operasional dan teknis di lapangan, sedang lulusan AKPOL merupakan calon-calon pemimpin POLRI di masa mendatang.

      Komponen pendidikan dan jenjang karir pun jauh berbeda.
      Lulusan AKPOL ketika lulus langsung berpangkat Inspektur Dua (IPDA)
      sedangkan lulusan Sekolah Polisi Negara yang mencetak Bintara – Bintara ketika lulus berpangkat Brigadir Dua (Bripda). Untuk menjadi Inspektur Dua (IPDA), Seorang polisi berpangkat Brigadir Dua (Bripda) harus menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk melewati berbagai jenjang karir lagi diatasnya seperti, Brigadir Satu (Briptu), Brigadir, Brigadir Kepala (Bripka), Ajun Inspektur Dua (Aipda), Ajun Inspektur Satu (Aiptu) baru kemudian menjadi Inspektur Dua (IPDA).

      Bintara dan Akpol juga berbeda dalam lamanya masa pendidikan pertama, untuk Bintara lama pendidikan adalah selama 7 bulan sedangkan Akpol lamanya pendidikan adalah 4 tahun.

      PELUANG MASUK AKPOL

      Peluang masuk Bintara maupun Akpol sebenarnya sama saja, test-test yang diujikan untuk Bintara maupun Akpol pun sama saja. Namun yang berbeda adalah kuota penerimaannya saja.

      Sebagai Contoh, seperti di Polda Kalimantan selatan kuota penerimaan Akpol biasanya hanya 4 - 5 orang saja setiap tahunnya, sedangkan kuota penerimaan Bintara bisa mencapai 100 - 250 orang. Pada tahun 2014 yang lalu kuota Bintara untuk Polda Kalsel mencapai 420 orang (209 orang Polwan dan 2011 polisi laki-laki (Polki). Hal inilah yang menyebabkan seleksi untuk Akpol menjadi ketat karena yang diterima hanya sedikit.

      Namun, tentunya hal di atas tidak menjadikan anda minder mendaftar Akpol, Tidak menutup kemungkinan saat anda mendaftar Akpol malah lulus di sana. Kalaupun gugur lebih awal dalam pendaftaran Akpol biasanya dari Polda ada kebijakan untuk yang gugur dalam seleksi Akpol bisa langsung melanjutkan ke pendaftaran Bintara dimana test-test yang telah lulus dijalani pada seleksi Akpol tidak ditest lagi (dilewatkan) dalam seleksi Bintara, tinggal melanjutkan ke test-test yang belum dijalani saja lagi.

      ISU TENTANG OKNUM NAKAL

      Pengalaman yang pernah saya jalani waktu pendaftaran Polri, bukan oknumnya yang menawarkan bisa meluluskan seleksi, tapi masyarakatlah yang mencari-cari oknum tersebut agar bisa lulus seleksi.

      Pada saat saya mendaftar Polisi dulu, malah dari keluarga saya ada yang menawarkan bahwa dia mengenal oknum polisi yang apabila memberikan sejumlah uang kita bisa lulus seleksi. Dengan santai orang tua saya berkata, "Anak saya ini daftar Polisi cuma coba-coba sambil menimba pengalaman cari kerja, kalau lulus ya Alhamdulillah kalau tidak lulus ya tidak apa-apa".

      Saya sendiri daftar Polisi cuma ikut-ikutan teman se-SMA yang rame-rame daftar Polisi, tidak ada terlintas di pikiran saya waktu itu bahwa saya malah lulus menjadi anggota Polri.

      Dengan lulusnya saya menjadi anggota Polri tanpa sepeserpun uang pelicin membuat saya berpikir bahwa rekan-rekan lainnya yg lulus Polisi ini sebenarnya juga lulus murni tanpa sogokan. Kalaupun dia bayar, secara logika saya berpikir bahwa uangnya sebenarnya dimakan oknum yang tidak bertanggung jawab seperti yang saya ceritakan pada artikel di atas.

      Demikian penjelasan saya semoga bermanfaat.

      Hapus
  29. How great article! Exellent written .Terimakasih bapak polisi yang sangat berpikiran luas dan penuh motivasi atas pencerahan dan pngalaman ny yg luar biasa . Sy sndri sgt kagum dan ingin menkadi seorg polisi spt bapa ,yg tdk hny mjdi plndung dan pengayom namun jg sgt mmkirkn dn pnuh prhtian trhdp sgl kbingungn yg saat ini mmg byk dprtnykn msyrkt . Trmsk sy sndri yg sbnrny ada berkeinginn mdftr sbg polwan .walaupun hny mncoba nmun sy akn ushkn yg trbaik . Mk dr itu sy ingin mnykn hal hal lain ny yg sy kurg pahami .Sprti apakh prbedaan antra bintara dan akpol . Apa bnr peluang msk akpol lbh kcl .? Jd sy dpt mmprtimbgkn shingg tdk akn gugur lbh awl hny krn sy mmlh ssuatu yg mngkin sgt sulit dcapai sprti akpol .kata org kbnykn . Dan apakah bnr para oknum yg anda ktakan di ats .mereka smpai mmnta uang pelicin scr lnsg bahkan smpai mnemui org tua pndftr? Utk jwbnny trmakasih pak

    BalasHapus
  30. How great article! Exellent written .Terimakasih bapak polisi yang sangat berpikiran luas dan penuh motivasi atas pencerahan dan pngalaman ny yg luar biasa . Sy sndri sgt kagum dan ingin menkadi seorg polisi spt bapa ,yg tdk hny mjdi plndung dan pengayom namun jg sgt mmkirkn dn pnuh prhtian trhdp sgl kbingungn yg saat ini mmg byk dprtnykn msyrkt . Trmsk sy sndri yg sbnrny ada berkeinginn mdftr sbg polwan .walaupun hny mncoba nmun sy akn ushkn yg trbaik . Mk dr itu sy ingin mnykn hal hal lain ny yg sy kurg pahami .Sprti apakh prbedaan antra bintara dan akpol . Apa bnr peluang msk akpol lbh kcl .? Jd sy dpt mmprtimbgkn shingg tdk akn gugur lbh awl hny krn sy mmlh ssuatu yg mngkin sgt sulit dcapai sprti akpol .kata org kbnykn . Dan apakah bnr para oknum yg anda ktakan di ats .mereka smpai mmnta uang pelicin scr lnsg bahkan smpai mnemui org tua pndftr? Utk jwbnny trmakasih pak

    BalasHapus
  31. pak saya shovi saya mau tanya kalau tindikan di telinga sebelah kanan ada 2, bisa langsung gugur gak pak. soalnya itu tindikan kesalahan waktu kecil, dulu tindikannya miring jadi di tindik lagi biar urut sama yang kiri

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tidak apa-apa, itu tidak mengurangi penilaian.

      Hapus
  32. terima kasih atas artikelnya mas..
    saya punya kepercayaan bahwa memang masuk ke jajaran Polisi/TNI bisa masuk tanpa uang sepersen pen (menyuap), dan saya menemukan artikel ini....
    luar biaasa mas..
    rejeki emang gak bkl kemana :)

    BalasHapus
  33. pak maaf saya dari anggota shaka byangkara
    saya ingin masuk akpol
    dan saya ingin membahagiakan ke2 org tua saya
    selagi saya mampu
    kira2 apa sajakah pak fisik yang akan di tes
    dan seleksinya apa ajha pak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. asalammualikum nama saya M.wanggai
      pak maaf saya dari anggota shaka byangkara
      saya ingin masuk akpol
      dan saya ingin membahagiakan ke2 org tua saya
      selagi saya mampu
      kira2 apa sajakah pak fisik yang akan di tes
      dan seleksinya apa ajha pak?

      Hapus
    2. Waalaikumsalam Wr. Wb.

      Alhamdulillah... niat yang amat baik. untuk tahapan seleksinya bisa dilihat lengkap di situs berikut :
      http://penerimaan.polri.go.id

      Hapus
  34. Bismillah Yakin 2017 Saya Menjadi Polisi ,amin Yra

    BalasHapus
  35. saya mau tanya saya sudah tidak Virgin apakah masih bsa untuk menjadi Polwan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam mba Anissa Rahma

      Saya akan memberikan penjelasan di sini hanya sebatas pengetahuan saya saja, semoga dapat menjawab pertanyaan Mba Anissa Rahma. Namun sebelumnya saya memohon maaf sebelumnya apabila ternyata penjelasan saya terdapat banyak kekurangan.

      Dalam dunia kedokteran penjelasan robeknya selaput dara dapat terjadi karena berbagai hal seperti : berolahraga, cedera, pemeriksaan vagina, masturbasi, atau penetrasi seksual bahkan ada sebagian wanita ada yang dilahirkan tanpa selaput dara. Jadi robeknya selaput dara bukan berarti seorang wanita sudah tidak perawan/virgin lagi.

      Untuk mengikuti seleksi anggota Polri tentunya ada berbagai persyaratan untuk dipenuhi sebagaimana yang tertulis dalam informasi pendaftaran yang ada dalam situs penerimaan Polri (http://penerimaan.polri.go.id)

      Apabila maksud Mba Anissa Rahma, ketidak perawanan tersebut karena telah menikah maka berdasarkan syarat yang tertulis dalam website penerimaan Polri ada tertulis bahwa calon siswa belum pernah nikah, sanggup tidak menikah/kawin selama dalam pendidikan Brigadir Polri ditambah 2 tahun setelah lulus, belum pernah melahirkan bagi Casis wanita dan belum pernah punya anak kandung/biologis bagi Casis pria.

      Namun, apabila ketidak perawanan tersebut karena melakukan hubungan suami istri diluar nikah maka menurut salah satu persyaratan umum yang tertulis di website penerimaan polri tersebut menyebutkan bahwa calon siswa harus berwibawa, jujur, adil dan berkelakuan tidak tercela.

      Demikian penjelasan saya, namun apabila penjelasan saya tersebut masih dirasa kurang alangkah baiknya berkonsultasi dengan Dokkes Polri, karena bagian inilah yang lebih berkompeten dalam memberikan penjelasan pengenai kesehatan.

      Hapus
  36. assalamualaikum wr.wb. pk...
    saya mau tanya untuk soal test kesehatan dalam itu apa aja dan kalau ada bekas luka di kaki,gigi gk rapi,mata minus itu masih bisa gk untuk jadi POLWAN??? mohon jawaban dan penjelasannya
    wassalamualaikum wr.wb

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waalaikum salam Wr. Wb.

      Tes kesehatan dalam meliputi :
      1. Pemeriksaan foto Toraks;
      2. Pemeriksaan elektrokardiografi (EKG);
      3. Pemeriksaan Laboratorium (Urine, darah & kimia darah)

      Untuk bekas luka tidak menjadi masalah dalam pemeriksaan. sedangkan untuk gigi yang tidak rapi dan mata minus saya yakin teknologi kesehatan saat ini bisa mengobatinya mulai dari yang alami, perawatan hingga tindakan operasi. namun tentunya dilakukan jauh hari sebelum seleksi dimulai.

      Misalnya untuk gigi yang tidak rapi bisa dilakukan perawatan menggunakan metode kawat gigi. alternatif lainnya bisa juga dengan Komposit Veneer Atau Porselen dan metode Invisalign. Untuk kejelasan berbagai metode tersebut bisa menghubungi dokter gigi anda

      Sedangkan untuk mata minus banyak situs website yang menjelaskan cara mengobati mulai yang alami hingga dengan operasi menggunakan laser.

      Apabila Mba Shindy Claudya ingin membaca lebih jelas tentang berbagai tahapan seleksi penerimaan Polri termasuk tes kesehatan bisa dibuka situs berikut ini :
      http://penerimaan.polri.go.id

      Hapus
  37. Semoga tahun 2016 saya bisa di terimah.amin
    #salam polda sulawesi tenggara

    BalasHapus
  38. Semoga tahun 2016 saya bisa di terimah.amin
    #salam polda sulawesi tenggara

    BalasHapus
  39. pak mau tanya kalau untuk masalah kes d bagian gigi kalau gingsul boleh ga?
    terima kasih sebelumnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Pak Devsa Sanjaya mau berkunjung ke blog kami.

      Mohon maaf Pak Devsa saya tidak mengetahui apakah gigi gingsul boleh atau tidak dalam penerimaan Polri, akan tetapi setahu saya gigi yang tidak rata dan gingsul masih bisa dirapikan salah satunya dengan memasang behel atau kawat gigi.

      Namun akan lebih baik saudara bisa berkonsultasi langsung di Kedokteran Polisi atau rumah sakit polisi di wilayah saudara tinggal mengenai hal ini karena merekalah yang lebih berkompeten menjelaskan hal tersebut.

      Kalaupun tidak bisa kesana, saudara juga bisa berkonsultasi secara online dengan memberikan pertanyaan ini di situs Sistem informasi kesehatan Polda Kalsel berikut :
      http://www.polisipedulikesehatan.com/

      Hapus
  40. pak mau tanya kalau untuk masalah kes d bagian gigi kalau gingsul boleh ga?
    terima kasih sebelumnya

    BalasHapus
  41. Disulawesi. Sulit untung lolos tmpa duit. Jlas" org 1 daerah sy tinggi sy dri pd dia. Tpi dia lolos. Sdang sy tdk. Insya allah thn dpn menftar lgi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tinggi badan merupakan salah satu syarat dari banyaknya syarat dan tahapan seleksi dari pendaftaran anggota polri. Untuk pria tinggi minimal 165 cm dan untuk wanita tinggi minimal 160 cm.

      Sepanjang pengetahuans saya tinggi badan tidak mempengaruhi penilaian. Misalnya badan A tingginya 166 cm dan badan B tingginya 173 cm nilai keduanya sama saja yaitu bisa mengikuti seleksi penerimaan Polri, bukan berarti apabila B lebih tinggi dari A maka dia memperoleh nilai lebih tinggi, bukan seperti itu penilaiannya.

      Sebagaimana informasi dari situs www.penerimaan.polri.go.id, untuk menjadi seorang anggota Polri seorang calon harus memenuhi syarat-syarat dan melalui berbagai tahapan seleksi penerimaan sebagai berikut :
      1. Pemeriksaan administrasi awal
      2. Pemeriksaan kesehatan tahap 1
      3. Pemeriksaan Psikologi
      4. Tes Potensi Akademik
      5. Pemeriksaan kesehatan tahap 2
      6. Pemeriksaan kesehatan jiwa
      7. Uji kesamaptaan Jasmani
      8. Ujian renang
      9. Pemeriksaan Administrasi akhir
      10. Sidang kelulusan

      Lamanya seluruh tahapan seleksi tersebut bisa sampai 2 hingga 3 bulan. Selama tahapan seleksi apabila ada calon yang tidak memenuhi syarat bisa langsung digugurkan. Namun bukan berarti calon telah melalui seluruh tahapan seleksi bisa langsung menjadi anggota Polri.

      Setelah menyelesaikan seluruh tahapan seleksi maka nilai calon siswa dari keseluruhan tahapan seleksi diakumulasikan jumlahnya sehingga bisa diurutkan ranking seluruh peserta seleksi.

      Adapun yang diterima menjadi anggota Polri hanyalah ranking tertinggi sesuai kuota yang dibutuhkan oleh organisasi polri sebagai contoh dari 2.000 peserta yang mendaftar ternyata yang lulus seluruh tahapan seleksi adalah 3oo peserta namun apabila kuota yang dibutuhkan hanya 100 personel maka hanya ranking 100 besar saja yang diambil mengikuti pendidikan Polisi.

      Oleh karena itu, saya harapkan bagi yang berkeinginan mendaftar menjadi anggota Polri harus mempersiapkan seluruh kemampuannya baik dari segi fisik, mental, kesehatan dan kemampuan akademiknya sehingga mendapat nilai yang tinggi di setiap tahapan seleksi dan total keseluruhan nilai setiap tahapan bisa lebih tinggi dari yang lainnya.

      saya sangat berharap saudara/i bisa lulus menjadi anggota Polri meski tanpa sogokan sehingga aset-aset polri berupa personel-personelnya yang baik semakin banyak.

      Untuk lebih jelasnya mengenai seluruh informasi mengenai seleksi anggota Polri sehingga bisa mempersiapkan segala yang diperlukan bisa dibuka situs berikut :

      www.penerimaan.polri.go.id

      Hapus
  42. saya merasa lega bisa membaca artikel ini .. saya merasa saya mampu mengikuti tes polri tapi karena banayak isu yang beredar tentang suap menyuap itulah yang membuat saya minder karna saya bukan dari keluarga mampu .. terima kasih artikel yang bapak buat memberikan banyak manfaat untuk saya .. semoga penerimaan polri t.a 2016 nanti menjadi peluang emas untuk saya.

    BalasHapus
  43. Assalamualaikum wr.wb
    Salam hormat kpd pak ahmad ridha..
    Saya ingin bertanya kepada bapak bahwasannya tentang tes fisik/kesehatan. Saya ingin sekali masuk polisi pak. Dengan tujuan yg mulia yaitu untuk melindungi dan mengayomi masyarakat serta untuk mempertahankan dan menjaga NKRI. Akan tetapi yg menjadi kendala yaitu kaki saya yg berbentuk letter o(sekitar 4cm) yg selalu menghantui saya.. bahwasan nya ada yg mengatakan kalau tes polisi hanya memberi toleransi dengan ukuran 2 jari saja.. apkah benar itu pak..??
    Saya ingin sekali jdi polisi pak..

    Mohon jawaban nya pak
    Wassalam..

    BalasHapus
  44. Mohon ijin bang... terima kasih...
    artikel nya bagus sekali...
    saya juga sudah mengalaminya, saya lulus murni diktuk brig brimob t.a 2013...

    tapi sayang, walaupun demikian tetap saja sulit untuk menghapus opini negatif dari orang2...

    saya harap dgn artikel ini bisa mebuka mata org2 bahwa memang benar masuk polisi itu GRATIS seperti yg kita alami...

    tks bang

    ijin...

    BalasHapus
  45. Assalamualaikum wr.wb
    bg saya mau nanyak...
    kalau misalnya mata minus 1,5 dioptri... masih bsa tidak mejadi calon tamtama brimob? soalnya saya mau membantu sahabat saya. beliau mau mencoba Tamtama brimob. trima kasih y bg.
    Wassalamualaikum

    BalasHapus
  46. Kalau sudah lulus masuk polisi dengan murni lalu melanjutkan pendidikan nya itu benar atau tidak sih make uang pak?

    BalasHapus
  47. Kenapa mesti terjadi seperti ini

    BalasHapus
  48. Kenapa orang yg bertato tidak boleh jadi polisi pa?

    BalasHapus
  49. Saya pernah mengikuti tes masuk brigadir polri tahun 2015 lalu. Panitia2 perimaan polri waktu itu mengungkapkan bahwa masuk polisi itu tidak bayar , tanpa suap menyuap, bersih dari KKN. Bahkan pada tahun saya mendaftar sistemnya adalah setiap tes nomer pesertanya selalu berubah ubah untuk menghindari kecurangan. Tapi kenyataannya walaupun nomernya sudah berubah ubah para peserta memanfaatkan ponsel untuk memberitahu CALO mereka tentang nomer peserta yg mereka dapat. Hal itu saya ketahui dari teman saya yg mendaftar juga menggunakan CALO bahkan dia bicara terus terang ke saya. Saya tau dan cukup setuju terhadap komentar2 bapak di atas bahwa ada polisi yg lolos tanpa uang tapi perbandingannya sangat sedikit dengan yg menggunakan uang. Saya gagal pada tes thn 2015 tersebut mungkin belum jalan saya di situ. Tetapi anehnya di daerah saya, saya tidak pernah mendengar ada polisi yg lolos tanpa uang. Saya punya niat yg besar untuk membenahi institusi polri seperti bapak, tapi saya tidak akan bisa berbuat banyak kalo mendaftar lagi lewat jalur brigadir karena notabenya brigadir adalah bawahan di institusi polri. Untuk mendaftar akpol pun saya rasa saya sudah terlalu terlambat untuk persiapan seleksi yg begitu ketat. Saat ini saya kuliah jurusan Tek.Kimia semester 3, saya punya tekat untuk mendaftar polisi melalui jalur SIPSS. Jika saya lulus SIPSS 2019 saya berjanji akan menjadi polisi yg jujur berwibawa seperti anda dan akan membersihkan polri dari KKN.

    BalasHapus
  50. Tetap berdoa dan yakin, ada NIAT disitu ada JALAN, Tuhan pasti membuka jalan..
    Salam dari polda kepri pakk �������� siapp gerakkk ����

    BalasHapus
  51. Bismillah, optimis 2017 :)

    BalasHapus
  52. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  53. Pagi pak. Berarti menjadi polisi yg terlanjur membayar sogokan itu menghasilkan uang halal atau haram pak?kaka saya polisi. Dan jujur saya takut menerima uang dr dia hehe. Terimakasih pak

    BalasHapus
  54. Pak saya tomy umur masih 15 pas udh tamat sma mau tes polisi, mau Tanya GIGI saya 1 udh dicabut geraham bawah sebelah kiri^dan ada dua Gigi berlobang di sebealah kanan bawah dan atas Apakah itU bisa menggalalkan Tes Polsi??? KALAU UNTUK MATA,TELINGAN,KAKI DLL INSYAKALLAH SEHAT SEMUA? Mohon Jawabanya Kapten????

    BalasHapus
  55. Salam hormat pak, dari kecil saya bercita cita ingin menjadi seorang polisi sampai tiap malam saya menggunakan seragam polisi taman kanak kanak (punya sodara). Walau kenyataan saya hanya bisa bersekolah ditaman kanak kanak yang tidak menyediakan seragam polisi. Sampai saya dewasapun saya ingin sekali menjadi pembela negara dan melindungi org yg lemah. Jujur saat kecil saya tidak jauh dati yang namamya terkena siksaan dari teman saya atau biasa di sebut bully. Saya hanya bisa menangis saat di bully sejak sd hingga smk kelas 1. Dati sana terbesit dalam pikiran saya untuk kembali melanjutkan cita cita saya menjadi pembela negara karena saya ingin melindungi siapapun yg lemah dari org jahat.. hanya saja org tua saya belum mampu memasukan saya ke sekolah kepolisian setelah ayah saya mendengar bahwa masuk polisi itu bayar. Akhirnya ayah saya tidak jadi memasukan saya kesekolah polisi. Selama beberapa tahun terkahir saya terus berimajinasi bahwa saya bisa jadi seorang polisi yg dapat melindungi masyarakat. Akhirnya impian saya sirna setelah mendengar hal tersebut bahwa menjadi polisi itu bayar saya tidak bisa memaksa ayah saya karena dia masih punya tanggung jawab menyekolahkan adik saya. Akhirnya saya lulus kuliah tapi masih juga belum mendapat pekerjaan karena hati saya masih ingin menjadi polisi di banding menjadi karyawan.. sore tadi saya iseng membuka web dan ada kesempatan tahun ini untuk bergabung menjadi bintara saya mendaftarkan diri namun belum berani mengatakan pada org tua saya. Saya khawatir beliau menolak karena masih teringat bahwa masuk polisi itu bayar. Apa yang harus saya katakan pada org tua saya dan bagaimana cara meyakinkannya ?

    BalasHapus
  56. salam hormat pak kalau ada bekas luka di dengkul kaki bisa masuk polisi enggak pakk, dan mintak solusi nya pak saya ingin daftar tamtama polri 2019 pak.

    BalasHapus