Selamat Datang
Dalam banyak kisah yang dibuat para pembuat film, sering ada dua wajah yang menggambarkan Polisi, yaitu Polisi Baik dan Polisi buruk. Polisi baik adalah mereka yang digambarkan bisa tampil dalam perannya sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat. Polisi buruk adalah mereka yang digambarkan tampil dalam perilaku menakutkan, bersikap mentang-mentang dan mata duitan (Akhlis Suryapati, Wartawan/ Seniman). figur Polisi yang diinginkan tentunya adalah Polisi Baik, sosok Polisi yang selalu menjadi impian dan harapan oleh semua orang. Melalui blog ini ITWASDA POLDA KALIMANTAN SELATAN menyajikan kumpulan kisah humanis Kepolisian dari berbagai sumber yang bisa menjadi teladan bagi Kepolisian Sendiri maupun masyarakat.
Tokoh Agama dan Sepeda Motor
Dua orang tokoh agama mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi. Mereka akhirnya diminta untuk berhenti oleh seorang polisi karena kecepatannya melebihi kecepatan maksimum yang sudah ditetapkan.
“Apa yang anda lakukan? Anda mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi.”
Salah satu dari mereka berkata, “Kami mengendarai sepeda motor ini hanya sekedar putar-putar… lihatlah motor ini memang sangat bagus dan kencang larinya.”
Si Polisi menggeleng-gelengkan kepalanya, “Bagaimana pun juga, saya harus menilang anda. Mengemudi seperti itu sangat membahayakan jiwa anda. Bagaimana kalau anda mengalami kecelakaan?”
Kemudian ia berkata lagi, “Jangan khawatir, Dia beserta kami.”
Si Polisi berkata, “Wah, kalau begitu saya harus benar-benar menilang anda, karena tiga orang dilarang berada dalam satu motor sekaligus.”
http://www.malau.net/tag/polisi/
Jiwa Ragaku Untuk Kemanusiaan
Penugasan ke daerah konflik bukanlah penugasan yang diperebutkan banyak orang, bukan pula penugasan yang saat berangkat dihantarkan dengan kalungan bunga dan disambut karpet merah saat pulang serta guyuran materi sebagai reward. (Mengenang Briptu Anumerta Eko Afriansyah, Amd Kep yg telah gugur di daerah konflik)
Penugasan ini sepi dari publikasi, namun merupakan tugas rutin Korps Brimob Polri dalam menanggulangi kejahatan berkadar tinggi dan mengandung risiko tinggi demi mempertahankan dan memelihara Kamtibmas serta keutuhan NKRI. Satuan Tugas Operasi (Satgas Ops) Aman Matoa 2011 di bawah pimpinan Kasatgas Kombes Pol. Drs. Leo Bana Lubis mengirimkan personelnya ke Kabupaten Puncak Jaya dan Kabupaten Paniai yang merupakan kantung-kantung kelompok separatis TPN/OPM.
Sebagai tenaga medik Bripda Eko Afriansyah bersama AKP Dr. Sulistyo Purbo, Iptu dr Sigit Sutanto dan briptu Sugiyono yang mengemban fungsi Dukkeslap (dukungan kesehatan lapangan) ditugaskan mendampingi pasukan di wilayah Kabupaten Puncak Jaya. Sebagai tenaga kesehatan yang telah disumpah untuk mengabdi demi kemanusiaan, di daerah konflik tugas mereka tidak terbatas hanya melayani anggota Brimob, namun juga Polisi umum serta masyarakat sipil yang membutuhkan pertolongan.
Allah SWT Menuntun Antasena 509
ALLAH SWT menyertai kami, begitulah yang diyakini Kompol Herry Nooryanto, komandan kapal patroli Dit Polair Baharkam Polri Antasena 509 beserta awak kapalnya saat kapal tersebut berhasil bersandar di Kepulauan Mentawai.
Gempa bumi yang disusul tsunami pada 25 Oktober 2010 yang lalu telah memporak-porandakan Kepulauan mentawai, tangis dan air mata keputusasaan mereka yang menjadi korban bencana tersebut seakan terus menari-nari di matanya ungkap Hery Nooryanto yang sepekan kemudian kembali dari Mentawai seusai membawa rombongan Polda Sumbar dalam sebuah misi kemanusiaan ke Mentawai.
Tidak Melihat Bapak
Si Atong mengendarai sepeda motor dengan kecepatan sedang. Walaupun sebenarnya dia melihat traffic light sdh menyala warna merah dia tetap saja terus jalan tanpa menghiraukannya yang akhirnya diberhentikan Polisi di persimpangan jalan.
“Apakah Saudara tidak melihat lampu merah?” tanya seorang polisi kepada Atong.
“Saya lihat, Pak.” Jawab Atong.
“Lalu kenapa Saudara tidak berhenti?”
Sambil malu-malu diapun menjawab, “Saya tidak melihat Bapak”
----------
Keep safety drive kawan, nyawa anda sungguh sangat berharga untuk dipertaruhkan di jalan raya. Tetap disiplin berlalu lintas walau tiada Polisi yg mengawasi, anda merupakan orang yg sangat penting.
SUMBER :
http://www.malau.net/tag/polisi/
Polisi Dihari Nan Fitri
Alhamdulillah hanya karena kebesaran-Mu lah hari kemenangan
ini dapat kami raih. Sayup gema takbir di kejauhan menyadarkan jiwa dan raga ini
akan indahnya saling memaafkan, indahnya saling mengasihi, indahnya saling
berbagi.
Ya Allah, Ya Robbi, ajari hamba-Mu untuk bersyukur atas
anugerah yg berlimpah ini, atas keluarga yang sangat kami cintai, atas dukungan dan ketabahan yang mereka siratkan dalam menjalani
hidup sebagai keluarga besar anggota Kepolisian Negara Republik ini, sehingga
kami dapat menjalankan tugas dengan tenang, tulus dan ikhlas.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, La Ilaha Illallah, Wallahu Akbar, Allahu Akbar Wa Lillahil-Hamd
Selamat Hari Raya idhul fitri 1 Syawal 1433 H, mohon maaf
lahir dan batin
Masuk Surga atau Neraka
osolihin.wordpress.com
Terjadi kecelakaan yang menewaskan seluruh pekerja suatu bank dalam satu cabang setelah pulang dalam suatu acara kantor. Di dalamnya ikut juga BRIMOB yang mengawal, kemudian dianyalah mereka satu persatu oleh malaikat :
Malaikat : Kamu siapa?
Teller : saya teller bank malaikat.
Malaikat : Kamu masuk neraka!
Teller : Loh kenapa?
Malaikat : pokoknya neraka, waktu kamu kurang duit teriak-teriak, giliran lebih diam. Masuk !!!
Mau masuk apa??
Bu guru bertanya, "Anak-anak siapa yang mau MASUK Surga...?"
Serempak anak-anak berteriak, "Sayaaaa...."
Tapi ada salah satu murid yang bernama Alex diam saja.
Bu guru bertanya lagi, "Siapa yang mau MASUK Neraka... ??"
Anak-anak pun berteriak, "Tidak mau.....!!"
Namun, hanya Alex yang tetap diam saja.
Bu Guru pun bertanya kepada Alex, "Kenapa kamu tidak menjawab Lex??"
Alex menjawab, "Saya bingung bu, karena sebelum bapak saya meninggal, beliau berpesan, "Alex, ingat ya... apapun yang terjadi, kamu harus Masuk Brimob... !!""
Langganan:
Postingan (Atom)



